Monday, 3 February 2014


( Bahagian 1 )


TAKKAN MAMPU DIRIKU SEMPURNA
 
 Gah dewan yang terletak di Mujamma’ Nuqobat ini dengan hiasan yang dihias sendiri oleh rakan sebatch. Hari ini, majlis penurunan takhta pimpinan lepas dan perlantikan pimpinan baru akan dilaksanakan. Sorakan gembira, tepukan gemuruh bersatu menjadi irama yang padu mengusik jiwa. Sudah lama Khairah Hisan berada bersama mereka. Ukhwah tersimpul utuh, dalam diam dia memasang impian. Moga-moga wajah-wajah ini jugalah yang akan sama-sama menjadi penguat, semoga ukhwah ini mampu meraih syafaat. Kekaguman menyuntik hati. Bertemakan Classical vintage, rakan-rakannya tidak melepaskan peluang tampil cantik bergaya di majlis tersebut. Akhawat dengan busana sopannya. Syabab dengan kemeja segaknya. Ingin kelihatan cantik itu fitrah, lebih-lebih lagi membuahkan zikirnya apabila mereka bijak membawa diri. Berfesyen tetapi tetap meletakkan pandangan Allah yang pertama. Tidak berlebihan, tidak melanggar syariat.

 Majlis yang diadakan mendambakan keberkatan. Disusun atur penuh teliti ditolak semaksima mungkin sebarang kecacatan. Pengarah programnya rakan seumur tetapi gayanya seperti seperti pimpinan atasan. Persembahan mengagumkan. Meja yang memisahkan antara lelaki perempuan. Pembukaan majlis dengan doa. Tazkirah tidak dilupa. Tidak ditinggalkan sesi muhasabah bersama. Dia menadah tangan diam-diam. Disebalik alas meja berwarna gelap. Lalu dihadiahkan doa.

‘Buat pemimpin-pemimpin terdahulu, akan datang, pemimpin-pemimpin kini, yang mana hatinya berakar umbikan misi-misi untuk menyebar kebaikan, menjaga hak-hak manusia juga hak Allah, maka Tuhanku, pilihlah dia menjadi salah seorang pemimpin yang Kau gilap akhlaknya, Kau jagakan iman dan matlamatnya. Moga-moga pemimpin-pemimpin inilah juga yang akan lantang perjuangkan islam. Umat ketandusan pemimpin beriman. Pilihlah mereka. Aminnnn…’

 Selesai majlis tersebut, ada temu janji seterusnya. Hak-hak badan sudah tertunaikan. Roh merintih, meminta untuk diberi perhatian. Manusia dan tazkirah (peringatan) umpamanya seperti charger dan handset. Tanpa charger, ‘tidak hiduplah’ handset. Makanya, sesi saling bertentang mata, bertemu lutut, bertukar senyuman adalah saat yang sangat-sangat dia nantikan. Saya memang ternanti-nanti saat ini. Tidak ada apa yang dapat memujuk hati saya ketika berduka mahupun kesedihan melainkan apabila mengingatkan kembali kepada Dia, Allah rabbul izzati.

 Umpamanya siapa lagi yang tahu rahsia buah durian yang enak dan lembut teksturnya, melainkan penanam pokoknya. Siapa pula yang tahu resepi kek sedap melainkan pengadunnya. Siapa lagilah yang berhak dirujuk dan diadu lemah dan hamba tatkala diberi ujian, melainkan Dia yang memegang kunci penyelesaian. Tazkirah umpama siraman air yang menyegarkan kembali semangat untuk terus kuat. Tampil excellent dihadapan mataNya dalam menghadapi mehnah ujian dunia yang sementara ini. “Saya selalu tertanya-tanya, siapakah saya dimata Allah sebenarnya? Entah sudi atau tidak Dia memandang kita? Selalu sahaja saya berazam untuk menjadi seseorang yang baik. Tapi azam hanya tinggal azam. Istiqamah dalam melakukan perubahan, sangat susah.” Saya mengadu kepada naqibah. Kak Sofiyyah mengukir senyum. Dikongsi rahsia.

“Dalam al-Quran, Allah ceritakan empat karakter manusia. " Kami mendengar tekun.

“Salah satunya dalam Al-Quran, Allah mendeskripsikan dua kelemahan manusia, iaitu lemah secara fizikal dan lemah (dalam melawan) hawa nafsu buruk. "Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) kuat setelah berkeadaan lemah itu, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, lagi Maha Kuasa.” (Surah Ar-Rum: 54)

“Al-Quran menggambarkan jiwa manusia di saat-saat kesenangan dan kesusahan. Juga ketika di kesempitan rezeki dan keluasannya. Jiwa manusia itu akan terus bergoncang dan terumbang-ambing di dalam penilaian dan tanggapan-tanggapannya selama ia tidak bersandar kepada neraca pertimbangan Allah yang selama-lamanya tidak pernah goyah.” (rujuk Tafsir Fizilalil Qur’an: Jilid 7)

Panjang lebar ulasannya. “Maknanya akak, selama itulah kita memang tidak akan mampu lari dari bersikap begini? Tidak akan mampu menjadi terbaik setiap masa dan ketika?” Kak Sofiyyah mengangguk tersenyum.

“Bagaimana pula kita ingin pastikan pengakhiran kita berada dalam keadaan yang baik? Sekiranya memang sudah dijadikan manusia itu tidak akan maintain imannya?” saya bertanya lagi.

“Allah paling tahu apa yang bermain jauh dilubuk hati adik. Sebab itulah kita kena jadikan diri kita hamba yang pencinta taubat. Kena selalu minta maaf pada Allah.”

bersambung ..........


- DOME -



Wednesday, 25 December 2013

Amal Ahmed ALbaz

" I am a spoken word poet. I write. I speak and I express . " - Amal Albaz




Meet Amal Ahmed Albaz, Muslim Egyptian-Canadian young poet who believes that she must use her passion for speaking and change to achieve her purpose of making the world a better place. Striving to make a difference in the world, she uses her words as a weapon to ignite changes, and her words are loud enough to be heard by all. Listening to her poem inspired many people to make some effort by joining her prepare a world a better place and now I am learning on how to use my own passion to serve the life purpose as Amal Abaz is currently doing. Live, Love, Peace.


Spoken word poetry :
Tick, tock, tick, tock.
Is all I hear comin’ out of my clock,
Tick, tock, tick, tock.
Sharper than a bell, and louder than a knock,
Tick, tock, tick tock.
And it keeps ticking.
It keeps ticking, and tocking,
As we’re currently talking,
And never stops.
I observed oh how it was so concise,
Never skipping a second, it was so precise.
It was like a song like a heart, never going offbeat.
Each tick on the dot, so discrete.
It was this timeless time-telling machine,
That struck me – on the day I turned 16.
I mean, I was still young – at least so they’d say,
But I think I saw the wrinkles trying to make their way.
And so I started to think.
What have I done in the past 16 years alive?
Did I take risks for change, or was I trapped inside my hive?
Did I neglect peace, or for it, did I strive?
And I realized, I did nothing.
16 years of absolutely nothing.
But chilling with my friends, and shopping at the mall.
Time being wasted checking my Facebook wall.
Texting my friends all day and night,
Although they just left my sight.
All the Friday nights that were spent on the phone,
Thought time would last, but it has surely flown.
And then . . . suddenly, a storm of guilt flooded my past,
Afraid that I don’t know how long I have to last.
I mean, we all know that there’s no age for death,
Our first might actually be our last breath.
Then I remembered a saying that the prophet once said,
A saying since I heard, was fixed in my head.
That we’re supposed to take advantage of five, before five.

Our body, and health, before we fall sick,
Our youth before we start walking on a stick.
Our wealth and money before we become broke,
And our free time, before we have no time to even joke.
But most importantly, our life before our death.
So if I have four, or five out of the five, what’s my excuse?
We can’t keep saying one day I’ll make a difference, when I’m like 29,
Right now I’m still young I’ve got tons of time,
‘cause life is like a drop of water in the sea,
It’s like zero compared to infinity,
And who said we even have the guarantee . . .
To live tomorrow?
Time is not just flying, it’s fleeing like crazy,
And here we are so careless, effortless; so lazy.
So let’s make use of it, before it runs out,
‘cause making the world a better place is what our existence is all about.
We are the youth, the leaders of our nation,
So we gotta’ start taking action from now to assure a good destination.
We start and end revolutions as we’ve all seen,
Together united, we’re stronger than Spider Man, and Wolverine.
We’re something else man . . . we’re the youth.
So I make a call to all those like me,
Who want to make a change, but can’t quite find the key.
Who plan so much for tomorrow, and forget they have today,
But problem is . . . if we stick to this mentality, our youth will actually decay.
‘cause the measure of youth is not by how old you are,
Or how fast you can drive a car,
But it’s all in here; in your heart, and how much you can do,
How much you can give, how much you can see through.
So just by being young, you don’t redeem the status of a youth,
It’s given to those who truly deserve it;
And that’s the truth.


- DOME -

Thursday, 7 November 2013

ORGANISASI DOME SESI 2013/2014

Bismillahirrahmanirrahim.

Pada tanggal 2 Oktober 2013, keputusan pilihan raya DOME 2.0 telah diumumkan secara rasmi oleh mantan Presiden DOME, Arif Solihin sewaktu berlansungnya Grand Dinner DOME di Mujammak Nuqabat, Irbid, Jordan . Pengumuman keputusan pada kali ini menyaksikan pengenalan muka muka baru dalam saf kepimpinan organisasi DOME sesi 2013/2014. Tahniah diucapkan kepada mereka yang terpilih serta ahli DOME yang turut memberi kerjasama menjayakan pilihan raya pada kali ini . Dengan perlantikan yang telah diamanahkan ini, semoga barisan kepimpinan baru bersedia dan lebih bersemangat untuk memikul tanggungjawab yang diberikan.

Jawatan Presiden DOME pada sesi 2013/2014 telah berjaya disandang oleh saudara Miswar bin Abdul Halim. Berikut merupakan sepatah dua kata dan pengenalan daripada beliau.

" Kami percaya bahawa setiap warga DOME mempunyai hasrat, impian dan cita-cita yang terpendam dalam sanubari, yang kian lama makin kabur dalam kabus-kabus pencarian identiti sendiri. Maka marilah bersama kami, sampaikanlah impian, hasrat dan cita-cita anda agar tiada lagi alasan yang mampu menguburkan itu semua selagi mana ikatan hati-hati kita semua ditaut dengan kepercayaan dan keimanan padaNYA. "Ayuh!" Genggam tangan anda, hulurkan kehadapan, dongak penuh harapan. Dan sama-sama kita kemudi DOME ini agar terus maju kehadapan. "

-Miswar bin Abdul Halim-
Presiden DOME 2013/2014


CARTA ORGANISASI DOME




-AHLI MAJLIS TERTINGGI DOME 2013/2014-



-AHLI MAJLIS EKSEKUTIF DOME 2013/2014-


1. BIRO ROHANI DAN AKTIVITI



2. BIRO INTERLINK



3. BIRO KEBAJIKAN KESELAMATAN DAN EKONOMI




4. BIRO MULTIMEDIA




-DOCTORS OF MIDDLE EAST-